Senin, 17 Desember 2012

Pentingnya Netralitas Media Jelang Pilgub 2013

Oleh: James P. Pardede

Mengamati pemberitaan media massa di Sumatera Utara menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 7 Maret 2013 mendatang sangat beragam dan muncul dengan banyak versi. Ada yang mendukung salah satu pasangan calon, ada juga yang dengan sengaja memunculkan berita-berita negatif tentang salah satu calon atau mematikan karakternya (black campaign). Ada juga yang sengaja membuat hasil poling atas pengiriman kupon dari masyarakat. Upaya ini menjadi salah satu "ajang" pencitraan calon gubernur agar memiliki rating tertinggi. Sudah pasti, media yang membuat poling ini omzet penjualan korannya meningkat karena dibeli oleh tim pemenangan bakal calon.

Dalam prakteknya, siapa pun mengakui kalau media massa memiliki kekuatan untuk memberi perhatian terhadap sebuah isu. Mereka dapat membangun citra publik mengenai salah seorang figur. Dengan begitu, media massa dapat pula secara konstan menampilkan objek tertentu untuk memberikan sugesti terhadap pembaca agar mau berpikir tentang sesuatu, mengetahui sesuatu, dan memiliki perasaan tertentu tentang sesuatu.

Sejak awal tahun 2012 lalu, sudah banyak calon yang mendeklarasikan diri untuk maju menjadi calon gubernur periode 2013-2018. Jauh-jauh hari sebelumnya beberapa calon sudah berkampanye secara terselubung sekaligus mengumpulkan fotocopy KTP sekadar berjaga-jaga ketika nantinya tidak ada perahu, mereka bisa memilih jalur independen. Mereka mulai berebut simpati massa lewat pendekatan-pendekatan persuasif. Semuanya mendadak menjadi baik hati dan perhatian terhadap rakyat.

Pendaftaran calon perseorangan (independen) yang dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara dengan sangat menyesal calon dari jalur ini tidak ada yang lolos. Pupus sudah harapan calon yang ingin maju lewat jalur perseorangan untuk maju dalam perhelatan akbar pemilihan gubernur tahun 2013 mendatang.

Setelah pendaftaran jalur perseorangan ditutup dan dinyatakan tidak ada yang lolos, bakal calon pun merapat ke partai sebagai kendaraan politik untuk maju menjadi calon gubernur. Lobi-lobi politik telah dilakukan dengan sangat intensif oleh beberapa calon.

Lima pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang siap bertarung untuk menjadi pemimpin Sumut lima tahun ke depan adalah Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 11 kursi, Hati Nurani Rakyat (Hanura) 5 kursi. Selain itu, pasangan ini juga diusung Partai Bintang Reformasi (PBR) 1 kursi, serta parpol tak punya kursi Partai Patriot dan PKNU.

Pasangan Chairuman Harahap - Fadli Nurzal diusung oleh Partai Golkar yang memiliki 13 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 7 kursi serta parpol tak punya kursi terdiri dari Partai Buruh, Republikan dan Partai Pemuda Indonesia (PPI).

Pasangan Amri Tambunan- RE Nainggolan diusung oleh Partai Demokrat, sementara pasangan Gus Irawan - Soekirman diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dengan partai yang tidak memiliki kursi tingkat provinsi.

Selain itu, pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi diusung oleh PDI Perjuangan, PDS dan PPRN. Kelima pasangan ini mempunyai kekuatan masing - masing. Lima pasang calon, setelah mendaftar ke KPUD Sumut langsung membentuk tim pemenangan yang berusaha mendekatkan diri dengan media dan jurnalis. Antara lain dengan melakukan kunjungan dan silaturahmi ke dapur redaksi.

Media massa dalam hal ini memiliki peran sangat strategis dalam menaikkan rating atau mencitrakan salah satu calon yang akan maju. Media massa Sumut yang terbilang besar saat ini (Analisa, SIB, Waspada, Sumut Pos, Pos Metro, Tribun Medan, Medan Bisnis, Orbit, Batak Pos dan media massa lainnya) sudah menampilkan berita-berita pro dan kontra tentang beberapa calon yang akan maju pada Pilgub 2013 nanti. Pencitraan atau pemuatan berita salah satu calon di media secara tidak langsung telah melakukan kampanye terselubung.

Pada dasawarsa yang lalu banyak teoritisi komunikasi masih memandang media sebagai komponen komunikasi yang netral. Pada waktu itu berlaku asumsi bahwa media apapun yang dipilih untuk menyampaikan pesan-pesan komunikasi tidak akan mempengaruhi pemahaman dan penerimaan pesan oleh masyarakat. Lalu bagaimanakah realitas media saat ini sebagai alat komunikasi politik dalam kampanye Pilgub 2013 - Apakah media mampu mempertahankan kenetralannya dalam menyajikan berita-berita atau artikel tentang calon-calon yang muncul saat ini ?

Terlepas dari dukung mendukung secara personal (pribadi) wartawan yang meliputnya, atau terlibat menjadi salah satu tim media salah satu calon. Apakah media juga ikut terlibat untuk melakukan ’pilih kasih’ dalam penyajian beritanya - Tak ada yang harus ditutup-tutupi, kalau akhir-akhir ini ada juga calon yang melakukan kontrak politik dengan salah satu media, sehingga berita yang disajikan akan menitikberatkan pemberitaan kepada calon tadi.

Dalam sebuah negara yang belum demokratis, media massa yang netral sangat sulit ditemukan. Hal ini dapat dipahami karena sejak kran reformasi dibuka, beberapa media memiliki otoritas yang kuat dalam menentukan pemberitaannya, apakah menjadi corong pemerintah, partai politik, ekonomi atau sekadar berita gaya hidup.

Menurut Mc Quail, secara umum media massa memiliki berbagai fungsi bagi khalayaknya yaitu pertama, sebagai pemberi informasi; kedua, pemberian komentar atau interpretasi yang membantu pemahaman makna informasi; ketiga, pembentukan kesepakatan; keempat, korelasi bagian-bagian masyarakat dalam pemberian respon terhadap lingkungan; kelima, transmisi warisan budaya; dan keenam, ekspresi nilai-nilai dan simbol budaya yang diperlukan untuk melestarikan identitas dan kesinambungan masyarakat.

Oleh karena itu media massa seharusnya menjadi sarana pencerahan dan transformasi nilai-nilai kebenaran agar masyarakat dapat melihat secara apa adanya. Media sebaiknya tidak memunculkan kesan yang terlalu menilai atau keberpihakan kepada salah satu calon saja karena ada "sesuatu" yang dijanjikan. Seharusnya media menyampaikan informasi yang sebenarnya, jelas hitam putihnya. Sehingga masyarakat tidak terjebak pada pilihan mereka, karena persoalan Pilgub nanti adalah persoalan masa depan Sumut lima tahun ke depan. Media harus mampu bersikap objektif dalam penayangan berita.

Pendidikan Politik


Tidak hanya media massa, media elektronik pun saat ini memiliki peran yang sangat strategis dalam pencitraan salah seorang calon. Belajar dari pemilihan gubernur DKI yang akhirnya dimenangkan oleh Joko Widodo dan pasangannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Media elektronik menjadi saluran utama untuk mempengaruhi pandangan masyarakat khususnya dalam pencitraan salah seorang calon. Medium ini telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Hal itu salah satunya disebabkan sudah banyaknya masyarakat yang memiliki televisi maupun radio, bahkan sebagian lagi sudah mampu menggunakan internet. Oleh karena itu, belakangan ini banyak Partai maupun calon yang akan berkompetisi di Pilgub 2013 nanti menggunakan sarana atau saluran kampanye melalui media elektronik khususnya televisi.

Urgensi netralitas media massa dan media elektronik dalam melakukan fungsinya sebagai penyampai informasi yang aktual harus dilakukan dari sekarang. Banyak sedikitnya penayangan yang berhubungan dengan transformasi ataupun sosialisasi visi dan misi dari sebuah Partai maupun calon yang dijagokannya akan sangat mempengaruhi penilaian masyarakat terhadapnya. Oleh karena itu, bagi yang ingin mendapat kemenangan suara harus mampu "menguasai" media dengan penayangan iklannya atau sering-seringlah membuat acara yang beritanya dimuat di beberapa media.

Media televisi menjadi salah satu media yang sangat tepat untuk mempengaruhi orang awam. Dengan televisi, kampanye mampu menjangkau orang-orang yang cacat sekalipun seperti tuna netra dan tuna rungu. Bagi mereka yang tak dapat melihat, bisa menikmati dengan mendengar, begitu juga bagi yang tak dapat mendengar dapat menikmatinya dengan visualisasinya. Selain faktor aktualitas, televisi dengan karakteristik audio visualnya memberikan sejumlah keunggulan, diantaranya mampu menyampaikan pesan melalui gambar dan suara secara bersamaan dan hidup.

Jelang pemilihan gubernur tahun 2013 nanti, obyektivitas dan netralitas media agar tercipta iklim yang baik sangat dibutuhkan. Namun kita juga tidak boleh melupakan salah satu tujuan usaha yaitu profit. Artinya kita jangan mudah terpedaya oleh media massa yang mengatasnamakan berimbang dan tidak memihak. Karena penayangan iklan tentunya tidak gratis. Banyak sedikitnya penayangan ditentukan oleh besar kecilnya biaya. Selain itu juga kita perlu melihat siapa yang ada di balik media itu. Sedekat apakah hubungan antara sebuah media dengan pemerintah, Parpol, maupun tokoh politik lainnya? Ini sebagai parameter untuk mengukur netralitas sebuah media. Karena ini mempengaruhi pada setiap pemberitaan oleh media.

Informasi atau berita dalam media massa merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh gatekeeper yang dijabat oleh pemimpin redaksi atau redaktur pelaksana surat kabar. Berita merupakan salah satu informasi yang diberikan oleh surat kabar. Dalam hal penyajian berita harus melalui seleksi. Karena isi berita sangat berpengaruh pada minat masyarakat untuk membaca.

Oleh karena adanya seleksi dalam pemuatan berita, maka tidak semua berita atau informasi yang ada dapat ter-expose. Berita yang dimuat biasanya hanya berita yang memiliki nilai jual.

Karena, persepsi, interpretasi, maupun opini publik mudah dipengaruhi lewat iklan maupun berita dalam media. Maka untuk menghindari terjadinya disfungsi media, media harus bisa menjadi penengah. Media harus bisa memberikan pendidikan politik yang benar, bukan memprovokasi atau berpihak pada salah satu calon gubernur yang akan maju. Masyarakat saat ini sudah cerdas dan melek informasi. Karenanya media-media yang berpihak kepada kandidat akan bisa diketahui dan dibaca oleh masyarakat.

Itu sebabnya, netralitas media massa sangat diharapkan terutama jelang Pilgub 2013 nanti. Sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar. Netralitas wartawan dan media massa sangat menentukan siapa nantinya calon yang akhirnya dipilih oleh masyarakat memimpin Sumut lima tahun ke depan. Jika media tidak hati-hati atau karena kepentingan terselubung, media akan terjebak dalam pemberitaan satu kandidat saja dan masyarakat saat ini sudah ’pintar’ dalam menyikapi pemberitaan sebuah media.

Ada harapan, wartawan, media massa dan media elektronik pastilah memiliki kepekaan dalam menyajikan pemberitaan terhadap calon-calon yang muncul. Dukungan secara pribadi terhadap salah satu kandidat sah-sah saja, hanya saja dalam penyajian berita media massa secara umum haruslah mengedepankan netralitas dan tidak berpihak hanya pada satu calon saja.

Media massa memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi akurat tentang calon-calon yang muncul. Masyarakat Sumut perlu tahu banyak tentang sepak terjang calon yang akan dipilih pada 7 Maret 2013 mendatang. Siapa pun nantinya yang terpilih menjadi pemimpin Sumut periode 2013-2018, tidak terlepas dari kedewasaan masyarakat untuk menentukan pilihan yang tepat.***

* Penulis adalah jurnalis tinggal di Medan

Akibat PLN Gunakan BBM, RI Inefisiensi Puluhan Triliun

(Analisa/junaidi gandy) Pemimpin Umum Harian Analisa, Supandi Kusuma berjabat tangan dengan pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara Effendi Simbolon-Djumiran Abdi saat berkunjung ke Kantor Harian Analisa Medan, Sabtu (15/12).
Medan, (Analisa). PT PLN dinilai setengah hati untuk membuat Indonesia surplus listrik. Padahal, potensi pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumber daya alam melimpah. Terbukti, PT PLN masih mengandalkan pembangkit dengan bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, puluhan triliun rupiah inefisiensi terjadi setiap tahun.

"Biaya menjadi mahal karena pembangkit dioperasikan dengan BBM. Padahal, PLN bisa memanfaatkan energi primer yang murah seperti batubara, gas, air dan sebagainya," sebut Cagubsu Effendi MS Simbolon saat berkunjung ke Harian Analisa, Sabtu (15/12) sore.

Effendi datang didampingi Cawagubsu Djumiran Abdi serta Ketua Tim Pemenangan dr Sofyan Tan, Sarma Hutajulu, Baskami Ginting, Firman Jaya Daely dan Suparlan. Rombongan diterima Pemimpin Umum Harian Analisa yang juga Ketua Umum PB Wushu Indonesia Master Supandi Kusuma, Pemimpin Perusahaan Sujito Sukirman dan Redaktur Kota H Hermansjah SE.

Pasangan calon yang diusung PDIP, PPRN dan PDS ini bersilaturahmi sekaligus memohon dukungan dalam perhelatan akbar Pilgubsu 2013 mendatang. Targetnya, bagaimana Provinsi Sumatera Utara bisa lebih sejahtera lagi.

Menurut Effendi yang juga wakil ketua Komisi VII DPR ini, posisi Sumatera Utara sangat strategis dari berbagai sisi, termasuk bidang energi. Hanya saja, potensi energi yang berlimpah tidak mampu dijadikan alat untuk memajukan daerah ini menjadi lebih baik.

"Saya melihat, RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah-red) Sumatera Utara cenderung tak mendukung ketersediaan listrik yang cukup. Padahal, listrik saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Industri akan berkembang kalau ketersediaan listrik cukup. Tidak bisa kita harapkan perusahaan bisa maju dengan menggunakan genset. Begitu juga rumah sakit internasional. Semuanya butuh listrik," sebut Effendi.

Sebagai anggota dewan yang membidangi energi, Effendi mengaku tahu persis apa persoalan listrik tanah air. Dia melihat, PT PLN tidak serius membenahi persoalan kelistrikan. Akibatnya, tidak saja negara yang dirugikan karena inefesiensi anggaran, tapi juga masyarakat yang tidak bisa merasakan manfaat listrik dengan baik.

Dia menjelaskan, pengoperasian pembangkit listrik menggunakan BBM, biaya produksi 36 sen per kWh. Sementara, dengan batubara biaya hanya 6 sen per kWh. "Hasil audit BPK, ternyata banyak inefesiensi di dalam PLN. Contohnya, salah satu pembangkit dinyatakan rusak hingga 460 hari. Akhirnya pembangkit itu menggunakan energi BBM sampai 12 juta kiloliter. Belum lagi soal pengadaan genset yang amburadul. Padahal, hanya karena trafo terbakar. Ini sepertinya ada permainan orang-orang tertentu yang tak menginginkan ada pembangkit non-BBM," jelas Effendi.

Ketua Tim Pemenangan Effendi-Djumiran, dr Sofyan Tan menyebutkan, sosok Effendi diyakini mampu mengatasi krisis energi listrik di Sumatera Utara. "Pak Effendi orang yang mengerti listrik. Dia banyak kenal investor listrik. Kalau jadi gubernur, bisa lebih gampang lagi, termasuk membangun pembangkit listrik tanpa harus merusak hutan," sebut Sofyan Tan.

Selain soal misi untuk meningkatkan energi di daerah ini, Effendi juga menyebutkan, perlunya peningkatan sarana dan prasarana olahraga. "Bagaimana olahraga kita mau bagus, kalau tidak dukung sarana dan prasarana," sebut Effendi.

Master Supandi Kusuma mengaku, menyambut baik visi dan misi pasangan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi. Supandi mengharapkan, jika terpilih, pasangan ini mampu membawa kesejahteraan untuk Sumatera Utara. Dengan kesejahteraan itu, maka perekonomian, pendidikan dan kesehatan, pertanian di daerah ini akan meningkat. Penyerapan tenaga kerja meningkat sehingga mengurangi pengangguran. Kesejahteraan juga akan mengurangi tindakan kriminal dan premanisme.

Khusus untuk dunia olahraga, Supandi berharap, pasangan ini nantinya bisa membuat daerah ini lebih baik lagi. Bila perlu, di Sumut nanti digelar event internasional. (nai)

Effendi-Jumiran Targetkan Kunjungi 100 Pasar di Sumut

Jumiran di sebuah pasar. foto: mediaCenter
Medan - Pasangan Cagubsu dan Cawagubsu nomor 2, Effendi Simbolon-Jumiran Abdi menargetkan untuk turun di 100 pasar di Sumut untuk berkenalan dan menyapa masyarakat.

Hal ini dikatakan Jumiran kepada wartawan, Senin (17/12).

"Kita memang akan konsentrasi dengan melakukan pertemuan secara langsung dengan masyarakat. Dengan direct marketing ini kita berharap bisa langsung menyapa dan menemui masyarakat," kata Jumiran.

Sejauh ini, menurut Jumiran, mereka sudah mulai memasuki pasar-pasar di Kota Medan dan selanjutnya ke pasar-pasar di kabupaten/kota. "Kita sudah mulai dari Medan. Ini akan terus kita lakukan," ujarnya.

Ditanya wartawan apa yang dilakukan di pasar-pasar, Jumiran menjawab bahwa mereka ingin menyapa masyarakat Sumut dengan cara-cara yang bersahaja. Dikatakannya, pasangan Effendi-Jumiran ingin "mendatangi" masyarakat secara langsung.

"Intinya kita ingin menyapa dan dekat dengan masyarakat. Kita siap dan berharap dan selalu dekat dengan masyarakat. jadi ini bukan semata-mata pencitraan," kata Jumiran. *a-en*

Jumat, 14 Desember 2012

KPU Tetapkan 5 Pasangan Cagubsu

(Analisa/sugiatmo) Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution didampingi anggota Turunan B Gulo dan Surya Perdana umumkan hasil verifikasi syarat dukungan bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Kelima pasangan calon dinyatakan lolos verifikasi dalam siaran persnya, Kamis (13/12) di gedung KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
Medan, (Analisa). Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, Kamis (13/12) menetapkan lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang akan mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumatera Utara pada 7 Maret 2013.

Penetapan tersebut melalui Keputusan KPU Sumut Nomor 13/KPTS/KPU Prov-002/2012, tentang Penetapan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang memenui syaratsebagai pasangan calon pada Pilgubsu 2013.

Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution, mengatakan, sesuai jadwal tahapan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut sejak dibukanya masa pendaftaran bakal pasangan calon pada 10 hingga 16 November 2012, kini KPU menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang memenuhi syarat.

"Lima pasangan calon yang mendaftar ke KPU dinyatakan memenuhi syarat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, tentunya setelah dilakukan penelitian dokumen administrasi dan verifikasi faktual," kata Irham Buana kepada wartawan.

Lima pasangan calon yang ditetapkan itu, ungkap Irham, adalah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, dan pasangan H Amri Tambunan-Rustam Effendi Nainggolan.

KPU Sumut, ungkap Irham, telah melakukan penelitian dan verifikasi terhadap seluruh dokumen pasangan calon, termasuk juga telah menerima salinan hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon dari Rumah Sakit Adam Malik, yang menyimpulkan seluruh pasangan calon mampu mengikuti Pemilukada Sumut 2013.

Turunan Gulo, Divisi Teknis KPU Sumut mengatakan, keputusan yang ditetapkan KPU ini dapat dipertanggungjawabkan, karena dokumen-dokumen pasangan calon dijamin lengkap.

"Proses penelitian dan verifikasi juga dilakukan secara transparan. KPU juga memberikan akses kepada Panwaslu untuk ikut melakukan verifikasi dokumen maupun verifikasi dualisme parpol pendukung," kata Turunan.

Disinggung tentang laporan harta kekayaan, Irham menambahkan, KPU hanya menerima surat tanda terima laporan harta kekayaan, bukan lampiran jumlah harta kekayaan. "Data itu ada pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ujar Irham.

Dikatakan, tahapan berikutnya adalah pencabutan nomor urut pasangan calon yang digelar hari ini, Jumat, 14 Desember di Hotel Grand Angkasa Medan. Dalam acara itu akan dihadiri seluruh pasangan calon, tim sukses, partai politik pendukung, seluruh kepala daerah/kabupaten kota, Panwaslu, dan Muspida Provinsi. (sug)

Jumat, 07 Desember 2012

Penataan Pasar Tradisional Jangan Rugikan Pedagang

Effendi MS Simbolon (Foto: Aktual.co/Amir Hamzah)
"Penataan pasar tradisional harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak pedagang," tutur Effendi Simbolon.
Medan, Aktual.co 11 Desember 2012 — Bakal calon Gubernur Sumatera Utara, Effendi Simbolon, mengatakan penataan dan penertiban pasar tradisional mesti menguntungkan bagi semua pihak.

"Penataan pasar tradisional harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, tanpa menimbulkan kerugian bagi pihak pedagang," tutur Effendi Simbolon saat menyambangi Pasar Parluasan dan Pasar Horas di Kota Pematangsiantar, Jumat (7/12).

Menurut Effendi, daya tampung di kedua pasar tradisional itu sudah tidak memadai. "Lokasinya sudah tidak memadai. Apalagi, jika dibandingkan dengan jumlah pedagang yang sudah mencapai ribuan orang. Kalau pun harus direlokasi, pedagang mesti siap dengan penataan yang semaksimal mungkin," tukasnya.

Kunjungannya kali ini bertujuan memperkenalkan diri kepada calon pemiliih di Pilkada Sumut yang bakal digelar 7 Maret 2013 mendatang. Sosialisasi dengan menyambangi lokasi keramaian ini memang kerap ditempuh para kandidat calon kepala daerah karena cara ini dianggap cukup efektif untuk meraup simpati publik.

Sebanyak lima pasangan calon akan bertarung pada perhelatan politik terbesar di Sumatera Utara itu. Salah satunya adalah pasangan Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi.

Pada kesempatan itu, Effendi yang mengunjungi kios-kios pedagang, juga sempat membeli sayuran, buah-buahan dan juga pakaian lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat yang saat itu berada di lokasi pasar.

Ada juga para pedagang yang memberikan secara gratis hasil rempah-rempahnya kepada kandidat yang diusung PDI Perjuangan itu. Pedagang ikut mendoakan supaya Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu keluar sebagai pemenang dalam kontestasi demokrasi mendatang.
Oki Baren

Minggu, 02 Desember 2012

Kejutan di Ultah ke-48 Effendi Simbolon

Laporan: Dedy Ardiansyah
Effendi Simbolon didampingi Djumiran Abdi saat merayakan ulangtahunnya foto/ist

Calon Gubernur Sumatera Utara Effendi MS Simbolon baru saja pulang dari perjalanan safari politik mengunjungi 30 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Rasa letih dan capek usai mengelilingi Sumut selama sepekan, masih menempel di tubuhnya yang atletis.

Malam itu, sekitar pukul 22.15 WIB, Effendi ditemani sahabat separtainya di PDI Perjuangan, Suparlan, duduk di sebuah meja di hotel di kawasan Jalan Darussalam, Medan. Secangkir teh hangat terhidang di meja. Effendi tampak santai, namun ia sesekali disibukkan dengan dua Blackberry di hadapannya. Suparlan, yang menemani Effendi, juga tak banyak cakap. Hening.

"Bravo (sebutan untuk Effendi,red) besok ulangtahun," bisik Iwan Siswo, salah satu orang kepercayaannya pada wartawan.

Sambil melihat channel televisi Metro TV, Effendi tampak meluruskan tubuhnya di kursi. Sesekali ia tampak mengangkat Blackberrynya. Tapi sejurus kemudian ia tampak termenung.

Kabar akan berulangtahunnya Effendi MS Simbolon, sudah samapai ke telinga wartawan sejak Kamis pagi. Para staf dan keluarga dekatnya ingin membuat kejutan. Tapi tak ada yang mau buka mulut. Rahasia kejutan di ulangtahun "Bravo" jadi top secret hari itu.

Sekitar pukul 23.30 WIB, Effendi mengajak Suparlan untuk beristirahat. Ia tampaknya sudah sangat letih. Wajarlah, sepekan berkeliling Sumut, membuat stamina anggota DPR RI ini terkuras.

"Sebentarlah...." kata Suparlan.

Bukannya mengamini ajakan Effendi untuk beristirahat di kamar, Suparlan malah memesan secangkir kopi lagi. Effendi kembali termenung. Raut wajahnya yang halus dan berwibawa di usia 48 tahun, meronakan berbagai hal.

5 menit menjelang pukul 24.00 WIB, lampu tiba-tiba padam. Effendi terkejut. Matanya yang sejak tadi tertuju pada televisi refleks mencari-cari sumber cahaya. Gelap gulita itu sebentar saja. Dari pojok ruangan, lagu selamat ulang tahun membahana. Effendi terpana. Lampu ruangan dihidupkan kembali. Senyum dibibir "Bravo" terbuka lebar. Seorang wanita tercantik dalam hidupnya berdiri dengan senyum kasih sayang. Wanita itu, Deassy Trinita br Tobing, isteri tercinta Effendi Simbolon, menyanyikan lagu selamat ulangtahun bersama ketiga putra mereka.

Suasana haru bercampur bahagia menyergap ruangan. Effendi langsung memeluk isteri tercinta dan ketiga puteranya. " Ini benar-benar kejutan," katanya sambil tersenyum.

Effendi memang tak menyangka isteri dan ketiga puteranya akan berada di Medan, malam ini. Sejatinya, besok siang, Effendi akan kembali ke Jakarta selama 1 hari untuk menemui keluarga tercintanya. Tapi, rencana itu telah berganti. Keempat orang tercintanya itu datang ke Medan untuk merayakan ulangtahunnya.

Ulangtahun Bravo yang jatuh pada tanggal 1 Desember itu dirayakan dengan sederhana. Tak ada pesta meriah. "Kita hanya akan mensyukuri nikmat dan karunia dari tuhan atas usia yang semakin tua ini," kata Effendi.

Rangkaian ulangtahun Effendi Simbolon kemudian dilanjutkan esok hari dengan memberi santunan pada 300 anak yatim di Panti Asuhan Al Washliyah di kawasan Gedung Johor dan 100 anak yatim di Panti Asuhan Bait Allah di Sunggal.

"Ini merupakan wujud rasa syukur saya atas nikmat tuhan yang telah memberi umur panjang pada saya," kata Effendi.

DPS Pilgub Sumut di Siantar 186.233 jiwa

PEMATANGSIANTAR (WASPADA ONLINE) - Berdasarkan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) pada 7 Maret 2013 nanti, KPU Kota Pematangsiantar telah mencatat 186.233 jiwa sebagai daftar pemilih sementara (DPS).

“Saat ini petugas di lapangan masih melakukan pendataan perbaikan DPS, yang selanjutnya akan direkap KPU Kota dan disampaikan ke KPU Provinsi pada 5 Desember nanti,” ujar Plt Ketua KPU Kota Pematangsiantar, Mangasi Tua Purba, hari ini.

Sedangkan untuk tempat pemilihan suara, KPU Kota menyediakan sebanyak 471 TPS yang tersebar di 53 kelurahan, dan jumlah itu termasuk TPS khusus seperti di rumah sakit dan tempat lainnya.

Sebagai data base pendataan, petugas PPS di kelurahan dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) memakai data DP4 (daftar penduduk potensial pemilih) yang berjumlah 206.272 jiwa.

Mangasi menjelaskan, adanya perbedaan jumlah yang telah di data dengan DP4 dan DPT Pilkada Siantar yang berjumlah 177.971 jiwa, sangat dimungkinkan dengan bertambahnya pemilih pemula, bertambahnya penduduk, pindah ke luar daerah atau pun yang meninggal.

Makanya untuk lebih kepastian pendataan jumlah pemilih yang rentan menjadi sengketa Pemilu ini, KPU Kota intens memberikan petunjuk dan bimbingan serta menginstruksikan PPK mendampingi PPS dengan ujung tombak PPDP dengan melakukan metode ‘jeput bola’ ke rumah-rumah warga.

“Harapan kita data pemilih bisa valid lantaran PPDP adalah ketua RT/RW yang sangat mengenal warga-warganya,” ujar mangasi yang juga Divisi Hukum, Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga KPU Kota ini.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/antara)